Setelah sebelumnya dilaksanakan di Desa Gripit, Kecamatan Banjarmangu, program Perluasan Percontohan Desa Antikorupsi Tahun 2026–2027 kembali berlanjut. Kali ini, giliran Desa Tribuana, Kecamatan Punggelan, yang melaksanakan kegiatan Kick Off sebagai tanda dimulainya rangkaian program Desa Antikorupsi di tingkat desa pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Inspektur Daerah Kabupaten Banjarnegara, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Perlindungan Perempuan dan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dispermades PPKB) Kabupaten Banjarnegara, Forkopimcam Punggelan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, perangkat Desa Tribuana, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.
Pelaksanaan Kick Off menjadi momentum awal untuk membangun komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, partisipatif, dan berintegritas. Program ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat dalam mendorong terciptanya lingkungan pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi.
Melalui program Perluasan Percontohan Desa Antikorupsi, Desa Tribuana diharapkan mampu memperkuat berbagai aspek tata kelola pemerintahan, mulai dari pengelolaan keuangan desa, pelayanan publik, pengawasan, transparansi informasi, partisipasi masyarakat, hingga penguatan budaya antikorupsi dan kearifan lokal.

Keterlibatan BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan nilai-nilai antikorupsi tidak hanya diterapkan dalam administrasi pemerintahan, tetapi juga tumbuh menjadi budaya bersama dalam kehidupan masyarakat desa.
Dengan dimulainya rangkaian program tahun 2026–2027 ini, Desa Tribuana diharapkan dapat terus berbenah, memperkuat sistem pencegahan korupsi, serta meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan desa secara berkelanjutan.
Kick Off bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi langkah awal untuk membangun komitmen dan gerakan bersama menuju Desa Tribuana yang semakin transparan, akuntabel, partisipatif, dan berintegritas.
Tinggalkan Komentar